Kasus Aice Bias Gender

 B


anyak kasus bias gender yang ramai di media internet adalah kasus Aice. Kasus ini terjadi pada salah satu karyawan wanita perusahaan Aice bernama Elitha yang berusia 25 tahun. Bermula dari Elitha yang mengajukan surat pemindahan divisi pekerjaan karerna penyakit endometriosisnya kambuh. Namun pihak perusahaan justru menolak surat pengajuan dari Elitha tersebut, dan justru mengancam akan memberhentikan atau memecat Elitha dari pekerjaanya. Dan akhirnya Elitha tidak memiliki pilihan lain selain harus tetap bekerja dengan pekerjaannya yang sekarang. Elitha terus bekerja dan bekerja hingga mengalami pendarahan dan harus melakukan operasi kuret pa jaringan didalam rahim yang harus diangkat. Juru bicara Federasi Serikat Buruh Demokratif Kerakyatan (F- SEDAR) mewakili serikat buruh perusahaan Aice, menyatakan bahwa sejak tahun 2019 sudah terdapat 15 kasus keguguran yang dialami buruh Aice dan 6 kasus bayi yang dilahirkan dengan keadaan sudah tidak bernyawa. Namun dari pihak Aice membantah adanya rumor tersebut, pihak Aice juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melarang perempuan yang sedang hamil untuk bekerja di shift malam. Namun terlepas dari penjelasan pihak Aice tersebut, pihak Aice tetap mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Tapi perjuangan untuk meperjuangkan hak-hak buruh perempuan khususnya di Indonesia tampaknya masih jauh, karena masih banyak perusahaan – perusahaan yang menelantarkan hak-hak buruh-buruh perempuan mereka demi mengejar efisiensi dan efektivitas produksi perusahaan. Kasus ini termasuk dalam kasus teori kelompok terbungkam.

0 Komentar