
Industri
musik tanah air, khususnya aliran music hip-hop tentu sudah tidak asing dengan
musisi bernama Tuan Tigabelas. Rapper yang kini tengah naik daun dalam dunia permusikan
Indonesia ini telah memulai karir bermusiknya sejak masih kuliah pada tahun
2007.
Perjalanan
musik Tuan Tigabelas berlanjut pada 2009 ketika itu, dia mulai menulis
lagu-lagunya sendiri. Hingga akhirnya pada 2011, pria bernama asli Upi ini
ingin menantang dirinya sendiri, dia pun lantas membentuk band hip-hop
pertamanya dengan nama “Rebel Education Project (REP)”.
Di
situ dia menjadi pemain utama atau vokalis band. Melalui band itu pula ia
merilis album pertamanya yang berjudul Letter To pada tahun 2014. Setelah dua
tahun berkarir dengan band, dia kemudian memulai karier solo pada 2012. Tak
mudah baginya untuk memulai level musik baru. Namun dari situlah dua memulai
titik baliknya dan membuat nama panggung baru – Tuan Tigabelas.
Undangan
untuk manggung mulai berdatangan dan membuatnya bersemangat untuk menciptakan
lagu-lagu lainnya. Sampai akhirnya, dia menciptakan album solo pertamanya
bertajuk Harimau Soematra yang telah rilis pada Juli 2019 lalu. Tak dinyana,
album yang berisi banyak kritik sosial ini terbilang sukses dan cukup disukai
oleh pendengar masuk Tanah Air hingga membuat namanya semakin melambung.
Kesuksesannya tersebut ternyata berhasil dilirik salah satu dari merek
teknologi di Indonesia mendatanginnya, menantangnya untuk menciptakan sesuatu
yang berbeda.
Tuan
Tigabelas selama ini dikenal dengan lirik-lirik rap-nya yang sarat dengan
kritik sosial. Memulai karier bermusiknya tahun 2007, rapper bernama asli Upi
ini sempat membentuk band hiphop dengan nama Rebel Education Project (REP). Namanya
makin melesat di skena hiphop sejak memulai solo karier pada 2016. Di This Is
My Wave Concert, Tuan Tigabelas bakal membawakan sejumlah lagu hitsnya seperti
Move, Fought The System, Last Roar, Buta, hingga Kane Abis.
Iksan Prasetyo

0 Komentar